Minggu, 12 April 2009

keAjaIban ALLAH . .

Keajaiban dari Alloh bagi Orang yang Sholeh
Dec 6, '07 10:30 PMfor everyone
Diceritakan, bahwa pada masa Bani Israil ada seorang ahli ibadah yang sangat tampan. la biasa membuat keranjang bakul untuk ia jual. Pada suatu hari ia melewati pintu istana.
Pembantu permaisuri raja itu melihatnya, lalu masuk dan berkata kepada sang permaisuri, "Wahai Tuan puteri, di luar ada seorang penjual keranjang bakul yang sangat tampan. Saya belum pemah melihat ada orang setampan dia." Permaisuri itu
berkata,. "Suruhlah dia masuk." Maka pembantu itu menyuruhnya
untuk masuk ke dalam istana.
Setelah sang permaisuri itu melihatnya, ia langsung terpesona lantas berkata, "Letakkan keranjang-keranjang itu dan pakailah baju mantel ini." la lalu
berkata kepada pembantunya, " Ambilkan minyak wangi untuknya,
supaya dia bisa memuaskan aku."

Sang permaisuri berkata kepadanya, "Jangan berjualan keranjang lagi." Dia menjawab berulang kali, bahwa ia tidak mau memenuhi permintaan sang permaisuri, lalu sang
permaisuri berkata, "Kamu tidak boleh keluar dari sini sebelum
memenuhi keinginanku dan aku telah memerintahkan agar semua pintu dikunci."

Setelah melihat suasana yang demikian itu, dia bertanya, ”Apakah di tingkat atas ada tempat?"
Permaisuri itu menjawab, ”ada” Pembantunya diperintahkan untuk membawanya ke atas. Di situ dia melihat, bahwa istana itu sangat tinggi dan tidak ada sesuatu pun yang bisa dia pakai sebagai sarana untuk menjatuhkan diri dari atas. Dia lalu mencaci
dirinya sendiri dengan berkata di dalam hati, "Wahai jiwa, sejak 70 tahun kamu senantiasa mencari rida Tuhan Yang Maha Mulia siang dan malam. Akan tetapi, semua itu akan kamu rusak dalam sekejap. Demi Allah, jika saat ini kamu tak bisa menahan diri, maka semua amalmu akan binasa dan kamu akan menghadap Allah, lalu Allah akan marah.”

Ketika dia hampir meloncat dari atas istana, Allah Yang Maha Agung berfirman
kepada Jibril, ”Wahai Jibril” Jibril menjawab, ”Siap paduka.” Al1ah berfirman, ”Hamba-Ku akan bunuh diri karena takut mendapatkan murka-Ku dan takut untuk melakukan maksiat kepada-Ku, maka bentangkanlah sayapmu untuk menyelamatkannya, sehingga dia tidak tertimpa musibah.” Kemudian Jibril a.s. turun dengan membentangkan sayapnya dan mengambilnya, lantas diletakkannya sebagaimana seorang ibu yang sangat sayang kepada anaknya meletakkan anaknya.

Lalu Lelaki tersebut pulang dan menemui istrinya dan meninggalkan keranjang dagangannya, sementara matahari sudah terbenam. Isterinya bertanya
kepadanya, "Mana uang hasil penjualan keranjang?" Dia menjawab, ”Aku tidak mendapatkan uang sedikitpun.” Isterinya bertanya, ”Apa yang akan kita makan malam ini?” Dia menjawab, ”Malam ini kita harus bersabar.” Kemudian dia berkata kepada isterinya, ”Bangunlah kamu dan nyalakan api sebagaimana biasa, karena tidak enak pada tetangga kita, mungkin mereka memikirkan kita jika kita tidak menyalakan
api.” Maka isterinya bangun dan menyalakan api, lalu ia duduk di depan tungku.

Tetangganya datang untuk meminta api, lalu ia keluar seraya berkata, ”Wahai Fulanah, kenapa kamu tunggui masakan itu, padahal rotinya sudah matang dan hampir terbakar.” Kemudian ia pun bangkit dan teryata tempat yang di atas tungku itu penuh dengan roti yang bagus. la lalu mengambilnya dan menghidangkannya kepada suaminya seraya berkata, ”Tuhan tidak akan berbuat seperti ini jika bukan karena kamu disayang oleh-Nya, maka berdoalah kepada-Nya untuk melapangkan rezeki sepanjang umur sisa kita.”

Suaminya menjawab, “Sabarlah dalam menghadapi semua ini.” Isterinya mendesak terus, sehingga akhirya suaminya berkata, “Ya, aku akan berdoa”.

Suaminya bangun di tengah malam untuk mengerjakan salat dan berdoa kepada Allah Ta'ala, ”Ya Allah, isteriku meminta kepadaku, maka berilah kelapangan rezeki untuk sisa umumya.” Kemudian atap rumahnya terbuka dan ada tangan yang membawakan mutiara yang menyinari rumah itu bagaikan sinar matahari. Dia lalu membangunkan isterinya yang sedang tidur di dekatnya seraya berkata, ”Duduklah dan ambillah apa yang kamu minta.” Isterinya menjawab, ”Jangan terburu-buru, Apakah hanya karena itu kamu membangunkan aku? Aku sedang bermimpi seolah-olah aku melihat kursi yang bertaburan permata dan mutiara. Akan tetapi di situ ada sesuatu yang berlubang, lalu aku tanyakan, ”Kursi siapa yang berlubang itu?” Mereka menjawab, ”Ini adalah kursi suamimu” Lalu aku tanyakan, ”Kenapa berlubang?” Mereka menjawab, ”Karena suamimu keburu memintanya.” Isterinya lalu berkata, ”Aku tidak meminta sesuatu yang membuat tempat dudukmu berlubang. Mohonlah kepada Allah untuk mengembalikannya.”
Maka suaminya memohon kepada Allah dan tangan yang membawa permata itu kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar