Minggu, 12 April 2009

selalu saja kurinduabad-abad terus berlaluberjuta kali berganti bajunun jauh di sana mata bening menatapku harupenuh rindumata bundaku
yang selalu kurindu
Bidadariku,Namamu tak terukirDalam catatan hariankuAsal usulmu tak hadirDalam diskusi kehidupankuWajah wujudmu tak terlukisDalam sketsa mimpi-mimpikuIndah suaramu tak terekamDalam pita batinkuNamun kau hidup mengaliriPori-pori cinta dan semangatkuSebabKau adalah hadiah agungDari TuhanUntukkuBidadariku
Oh ibu, jika engkau adalah matahari, aku tak ingin datang malam hari.Jika engkau adalah embun, aku ingin selalu pagi hari.Ibu, durhakalah aku, jika di telapak kakimu tidak aku temui sorga itu.
aku adalah lumpur hitamyang mendebumenempel di sandal dan sepatuhinggap di atas aspalterguyur hujanterpelantingmasuk comberansiapa sudi memandangatau mengulurkan tangan?tanpa uluran tangan Tuhanaku adalah lumpur hitamyang malang
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadariyang baik-baik lagi cantik-cantikMaka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamudustakan.Bidadari-bidadari yan jelita, putih bersih dipingit dalamrumah.Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamudustakan
rinai tangis dalam hatikubagai rintik hujan di kotaapa gerangan makna lesuyang menyusup masuk kalbukusebaik-baiknya istri adalah jika kamu memandangnya membuathatimu senang, jika kamu perintah dia mentaatimu, dan jika kamutinggal maka dia akan menjaga untukmu harta dan dirinyaagar dapat melukiskan hasratku, kekasih,taruh bibirmu seperti bintang di langit kata-katamu,ciuman dalam malam yang hidup,dan deras lenganmu memeluk dakuseperti suatu nyala bertanda kemenanganmimpiku pun berada dalambenderang dan abadi
alangkah manis bidadariku inibukan main elok pesonanyamatanya berbinar-binaralangkah indahnyabibirnya,mawar merekah di taman surgaaku cemas bila kehilangan kauaku cemas pada kecemasankusayang, tancapkan dalam hatiwalaupun tak kiniesok insya Allah terjadikita akan bulan madu lagiberkali kalilebih indah dari yang telah kita laluiapabila di sorga nantiwalau tak kiniesok insya Allah terjadiselama cinta kita tak pernah matiselama iman masih terpatri dalam diri
Pada-MuKutitipkan secuil asaKau berikan selaksa bahagiaPada-MuKuharapkan setetes embun cintaKau limpahkan samudera cintaInilah cintaTanpa rasa cemburu cinta tiada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar